Jumat, 15 April 2022

RUBRIK GEOSCIENCE

 Great Blue Hole

Jika kamu tahu di luar angkasa ada Black Hole, maka dilautan juga ada yang disebut dengan Great Blue Hole. Sesuai Namanya Great Blue Hole adalah lubang raksasa biru yang terlihat indah dari ketinggian. 

Great blue hole adalah lubang runtuhan bawah air terletak di dekat pusat Karang Lighthouse, sebuah atol kecil yang berjarak 70 kilometer (43 mil) dari daratan dan Belize City. Lubangnya dalam bentuk melingkar, lebarnya lebih dari 300 Meter dan dalamnya 124 meter. Karena begitu besarnya, fenomena alam ini bisa terlihat jelas dari luar angkasa karena jernihnya perairan di Belize. Kedalaman Great Blue Hole ini juga menjadikannya sebagai sinkhole atau lubang yang terbentuk tiba-tiba terdalam kedua di dunia, setelah Dragon Hole di Laut China Selatan.

Istilah blue hole, diciptakan oleh penyelam dan penulis buku asal Inggris, Ned Middleton. Ia telah melihat Great Blue Hole dengan mata kepalanya sendiri dan merasa sangat takjub. Ia menuliskan istilah blue hole dalam bukunya 10 Years Underwater yang dirilis tahun 1988. The Great Blue Hole diperkenalkan oleh Jacques Cousteau, ahli biologi kelautan dan penjelajah pada tahun 1971. Ia menyatakan The Great Blue Hole sebagai satu dari lima situs menyelam terbaik di dunia.

Kalau kamu mengira lubang ini sudah ada sejak awal maka kamu salah besar. Lubang ini awalnya merupakan gua batu kapur yang terbentuk sekitar 153.000 tahun lalu di daratan. Diperkirakan terbentuk pada masa glasial akhir yang berlangsung sekitar 120.000 tahun silam hingga sekitar 15.000 tahun silam. Pada masa itu, permukaan air berada sekitar 400-500 kaki lebih rendah. Gua tersebut kemudian mulai tergenang saat permukaan air laut naik. Naiknya permukaan laut membuat gua tenggelam hingga atap gua runtuh, yang akhirnya membentuknya lubang melingkar. Meskipun atapnya runtuh, bagian dalam gua tetap utuh walaupun terendam di kedalaman air. Hal ini dibuktikan dengan ditemukkannya stalaktit raksasa, lembaran dripstone, dan kolom-kolom dalam gua Great Blue Hole. Sehingga membuat para ilmuwan yakin bahwa struktur tersebut terbentuk di dalam gua yang kering, di daratan, selama periode glasial.

 

Wah semakin membuat penasaran bukan akan lubang ini, pasti kamu sekarang sudah bertanya-tanya memangnya apasih isi lubang ini sekarang.Nah isi lubang lautan di Belize ini terbongkar pada tanggal 2 desember 2018. Kelompok dari kapal selam Aquatica menjelajahi lubang ini hingga ke dasarnya. Mereka berniat memetakan bagian dalam lubang tersebut demi kepentingan penelitian. Awalnya mereka melihat hal yang umum ditemukan penyelam seperti hiu karang, kura-kura, dan terumbu karang raksasa. Ketika memasuki kedalaman 90 meter, mulailah terlihat banyak perubahan pada lubang biru ini.

Dikutip dari Earthly Mission, di kedalaman 90 meter kehidupan seakan-akan menghilang. Hal ini dinyatakan karena terdapat lapisan tebal hydrogen sulfida beracun yang mengambang seperti selimut. Lapisan inilah yang membuat bagian di bawahnya tidak memiliki oksigen. Mereka menemukan banyak sekali kulit kerrang dan kelomang yang mati sesak karena kehabisan oksigen.

Saat mencapai kedalaman 120 meter, mereka menemukan hal yang tidak terduga, yaitu stalaktit kecil. Yang memberikan petunjuk masa lalu gua tersebut. Hal yang ditemukan ketika menelusuri lebih dalam lubang ini adalah sampah botol plastik ukuran 2 liter, peralatan penelitian tua, tanda-tanda penyelam yang mencoba melarikan diri, dan GoPro yang berisi foto liburan. Tim juga menemukan dua dari kemungkinan tiga orang yang pernah dilaporkan hilang saat menyelam dan tim melapor kepada pihak berwajib. Namun tim sepakat untuk membiarkan sisa jasad penyelam itu di dasar lubang. Dikarenakan kedalaman lubang laut itu telah menjadi tempat istirahat abadi bagi kedua mayat tersebut, sehingga mereka tidak ingin mengganggunya. Di dasar lubang, tim menemukan jejak aneh yang tidak dikenal, di sekitar pusat lubang.

Berkat keindahan, serta signifikansi ilmiah dan sejarahnya, UNESCO pun memasukkan The Great Blue Hole ke dalam daftar situs warisan dunia.

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Great_Blue_Hole

https://earthlymission.com/bottom-great-blue-hole-discovery-explore-scientists/

https://www.marineinsight.com/environment/what-is-the-great-blue-hole-of-belize/#:~:text=The%20Great%20Blue%20Hole%20of%20Belize%20features%20more%20than%20300,columns%20inside%20the%20blue%20hole.

 

 

Minggu, 03 April 2022

RUBRIK GEOSCIENCE

 Door to Hell

     Apakah kamu pernah mendengar istilah pintu nereka? Nah, ternyata istilah ini benar adanya digunakan loh. Memang bagaimana sih pintu neraka yang dimaksud ini? Mari kita bahas.

Pintu neraka atau biasa disebut Door to hell adalah salah satu kawah gas yang terbakar berada di Darvaza, Turkmenistan. Penamaan kawah ini sendiri merujuk pada api, lumpur mendidih, dan gas yang bertekanan tinggi. Kawah ini memiliki lebar 69 meter dan kedalaman 30 meter dengan luas total 5,350 m2.

Banyak misteri dibalik terbentuknya kawah ini. Menurut teori, para insinyur Soviet Pada 1971-an mencurigai situs tersebut mengandung cadangan minyak yang sangat besar. Rig pengeboran yang mereka bangun runtuh untuk membuat kawah ini. Khawatir gas beracun berbahaya yang dilepaskan dari kawah akan menyebar ke kota-kota terdekat, para insinyur berpikir bahwa cara terbaik untuk menghentikannya adalah dengan membakar habis gas tersebut. Sebelumnya diperkirakan gas tersebut akan terbakar habis dalam beberapa minggu, namun justru terus menyala hingga sekarang. Sementara ahli geologi Turkmenistan percaya kawah itu terbentuk pada 1960-an dan baru menyala 1980-an. Hal ini belum terpecahkan sebab, seperti pada saat Turkmenistan berada di bawah kekuasaan Uni Soviet, setiap catatan pembuatan kawah sekarang menjadi informasi rahasia. Hingga kini keberadaan kawah ini menarik perhatian banyak orang bahkan ahli geologi karena cadangan gasnya yang tidak ada hentinya.

Meskipun kawah ini seperti tidak dapat dieksplor karna suhu panasnya, namun ternyata pada November 2013 George Kourounis menjadi orang pertama yang masuk ke dalam lubang kawah ini. Ia melakukan hal tersebut dikarenakan untuk mengumpulkan sampel tanah dari dasar lubang sehingga dapat mengidentifikasi kehidupan apa yang dapat bertahan dilingkungan keras seperti itu. Untuk menahan panas yang menyengat, Kourounis mengenakan alat bantu pernapasan khusus, setelan pemantul panas, dan sabuk pengaman pendakian yang dibuat khusus dari Kevlar agar tidak meleleh. Hasil dari penjelajahannya ini, ia menemukan beberapa bakteri yang hidup di dasar kawah dan bakteri tersebut tidak ditemukan di tanah sekitar luar kawah.

kawah gas yang indah saat malam hari ini kini direncanakan untuk ditutup loh, kenapa ya? Ternyata usut punya usut menurut pemerintahan Turkmenistan kawah ini memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawah, bahkan pemborosan sumber daya gas alam yang berharga. Gas yang dikeluarkan dari kawah ini mengandung senyawa metana yang jika bertemu oksigen akan menghasilkan karbon dioksida + air, sehingga reaksi ini dapat membuat stok oksigen disekitar kawah menipis dan dapat membahayakan nyawa makhluk hidup yang ada disekitar kawah. 

 

Sumber :

https://www.nationalgeographic.com/adventure/article/140716-door-to-hell-darvaza-crater-george-kourounis-expedition

https://id.wikipedia.org/wiki/Kawah_gas_Darvaza

 

 

Senin, 14 Maret 2022

RUBRIK GEOSCIENCE

 Awan Mammantus

            Coba sekarang kamu melihat ke langit! terdapat bentuk awan yang bermacam-macam, bukan? Namun pernahkah kamu melihat awan yang berbentuk seperti balon terbalik dan terlihat sangat lembut? Jika belum, Perkenalkan awan mammantus. Awan yang berasal dari bahasa latin mamma (payudara) ini terlihat seperti balon terbalik dengan jumlah yang cukup banyak terlihat sangat lembut dan indah ketika senja hari. Mengagumkan bukan? Tapi jangan terlalu menikmati citra awan ini dikarenakan awan ini salah satu awan yang diwaspadai loh, kok bisa?

            Awan Mammantus terjadi ketika udara hangat yang lembab mengalir menuju lapisan udara yang lebih dingin lalu mengembun menjadi tetesan air pada suhu dan ketinggian tertentu.  Seiring dengan meningkatnya jumlah tetesan air, muncul awan yang tebal dan menggelembung. pembentukan, ukuran, bentuk, dan skala mammatus tergantung pada kelembaban awan, stabilitas awal, dan kecepatan terminal hidrometeor di awan mammatus. kantong awan ini dapat memanjang ratusan mil ke segala arah, tetap terlihat di langit Anda selama mungkin 10 atau 15 menit setiap kali.

Awan mammantus sering terhubung dengan awan Comulonimbus, yang pada gilirannya membawa badai petir karena massa udara tidak stabil yang sangat besar. Itu berarti ada juga kemungkinan hujan es, hujan lebat dan kilat di sekitarnya. Hal ini juga dapat menimbulkan turbulensi yang hebat pada pesawat yang nekat melintasinya. Bahkan, jika udara cukup dingin selama musim dingin, awan ini dapat menghasilkan salju. Terkadang mammatus dapat terbentuk pada jenis awan  seperti stratocumulus, altostratus dan altocumulus yang tidak menghasilkan hujan, meskipun hal ini jauh lebih jarang terjadi. Nah karena itu awan ini tergolong awan yang diwaspadai saat terbentuk.

 

Sumber :

https://apod.infoastronomy.org/2021/08/11.html

https://www.metoffice.gov.uk/weather/learn-about/weather/types-of-weather/clouds/other-clouds/mammatus

Jumat, 14 Januari 2022

KARYA OF THE YEAR

PENAGIH SESAL

GORESAN PENA CUT AMELIA PRAMAISHELLA 


Hari ini terasa lebih gelap dari biasanya 

Kulihat senja merah bersembunyi malu di balik awan kelabu 

Pedih...menyayat hati mereka yang bersih 

Buruk rupa silaku menghujam kesabaran si penabur rindu

Diri mengetuk pintu hati 

Namun apa daya diri-Nya mengunci dengan sesuka hati

                                  Kaku raga kaku jiwa diriku hanya membatu 

                                  tak berkutik 

                                  Hitam putih dosa layaknya bara tersebar 

                                  di seluruh penjuru 

                                  Demi kenikmatan sesaat kini ku khianat 

                                  Mengikuti ajaran sesat bercampur bangsat dan 

                                  diimami oleh laknat 

                                  Kudengar bisikan setan berbau alibi 

                                  Yang membuatku lupa akan ibadah

Dan pada petang kelabu itu ia datang 

Tidak seperti layaknya tamu mungkin malaikat malas untuk berjabat 

Sebab kutahu ia ingin memangsaku dengan cepat 

Dan sekali lagi ku kaku layaknya batu 

Tat kala si penetes air mata itu datang 

Sang penagih janji itu datang, dengan lugasnya ia berkata 

“sudah puaskah kau dengan harimu?” 

“Sudah dekatkah kau dengan Tuhanmu?” 

“sudah cukupkah amal ibadahmu?” 

Dan... “sudah siapkah kau untuk kujemput?” 

Namun, ku hanya bisa meneteskan air mata 

Tak sempat terlintas dalam sukmaku 

Kulihat ia membawa selembar daun berukir nama 

Dan... namaku terukir di sana

                                  Dingin merambat beku, bibir menjadi biru 

                                  Dialogku dengannya “Tidak inginkah kau berfikir 

                                  sekali lagi?” 

                                  Wahai malaikat... Ku mohon... 

                                  Tugasku belum tuntas ibadahku belum pantas 

                                  Kurasa raga hina ini belum siap menghadap 

                                  diri-Nya 

                                  Namun apa yang harus kuperbuat ? 

                                  Tugasku hanya menaih janji yang sudah kau cuat 

                                  Dengan rintihan ini ia menjadi saksi atas sumpahku 

                                  kali ini 

                                  Aku besumpah atas nama Tuhan 

                                  Ku hnya butuh serpihan waktu-Mu sekeping lagi 

                                  Dengan sekeping kecil pemberianmu 

                                  Percayalah ku akan taat kepada-Nya 

                                  Ku akan menjalankan segala perintah-Nya 

                                  Ku akan menjauhi segala larangan-Nya 

Seketika lidah ini terhenti memainkan aksinya 

Nadi ini menghentikan arusnya Hingga coba kau tebak? 

Mata ini kehilangan daya tariknya 

Ku tersentak bahwa malaikat telah memainkan sulapnya 

Dan gelap telah datang pada deranya 

Ku tak bisa melawan 

Ku tak bisa menghindar 

Sebab kutahu, Dia Sang Maha Segalanya


TERIMA KASIH

Jumat, 07 Januari 2022

KARYA OF THE YEAR

                                                          Gift In October ‘15

Oleh: Misbahul Ummy

Jumat, 31 Desember 2021

Geology Olympic's Day V 2021


Mengulik Potensi Migas di  Aceh; GOLD V Sebagai Wadah Pembuka Wawasan Bagi Masyarakat Luas

GOLD(Geology Olympic’s Day) merupakan suatu acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi(HMTG) setiap tahunnya. GOLD sendiri terdiri dari 4 rangkaian acara yaitu seminar nasional, olimpiade kebumian, geo-sketch, dan fotografi.  Dari keempat rangkaian acara ini, seminar nasional merupakan acara puncaknya dimana setiap tahunnya seminar nasional ini mengangkat tema yang menarik dan dihadiri oleh pemateri-pemateri yang tentunya dapat memberikan ilmu yang bermanfaat. Diakhir seminar nasional juga akan diumumkan pemenang-pemenang dari ketiga rangkaian acara lainnya yaitu; olimpiade kebumian, geo-sketch, dan fotografi. Seminar nasional ini dibuka oleh ketua panitia, ketua himpunan, serta koordinator program studi Teknik Geologi yaitu bapak Dr. Bambang Setiawan, S.T, M.Eng.Sc.

Pada tahun ini, seminar nasional diadakan secara Hybrid sedangkan ketiga acara lainnya diadakan secara online. Seminar nasional yang telah diadakan pada tanggal 20 desember 2021 ini mengangkat tema “ optimalisasi potensi migas Aceh menuju ketahanan energi berkelanjutan”. Seminar nasional ini dihadiri lebih dari 100 orang dan diisi dengan pemateri-pemateri yang sangat ahli dalam bidangnya. Berikut adalah 3 pemateri yang hadir pada seminar nasional GOLD V yaitu bapak Muchlis, S.Si., M.Si, bapak Brianto Adhie Setya Wardhana, S.T., M.Si, dan bapak Dedi Ariyono. Dengan moderatornya adalah bapak Hidayat Syah Putra, S.T., M.Sc. seminar nasional kali ini juga dihadiri oleh dekan fakultas teknik, yaitu  bapak Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC,  yang mana beliau hadir ditempat dan memberikan kata sambutan. seminar nasional ini menambah wawasan serta meningkatkan rasa ingin tahu masyarakat khususnya calon pemimpin masa depan akan potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.


Para pemateri yang hadir di tempat



Dokumentasi saat berlangsungnya acara

Setelah adanya pemaparan materi dan sesi tanya jawab, acara dilanjutkan dengan pembagian plakat kepada setiap pemateri yang telah berkenan membagi ilmunya kepada para peserta. Acara dilanjutkan dengan adanya pengumuman pemenang dari ketiga acara lainnya. Berikut adalah pemenang olimpiade kebumian; juara I diraih oleh Zeta Dwi dari SMAN 4 Takengon, juara II diraih oleh Suci Wiranda dari SMAN 7 Banda Aceh, dan juara III diraih oleh Awalna Rahmadika dari SMKN 4 Meulaboh. Selanjutnya adalah pemenang dari lomba Geo-sketch; juara I diraih oleh Joseph Emmanuel Ardine, juara II diraih oleh Wayan Ahlul Nazar, dan juara III diraih oleh Ayu Puspita. Berikut adalah pemenang dari lomba fotografi; juara I diraih oleh M. Fadhil Khadafi, juara II diraih oleh Zeta Dwi, dan juara III diraih oleh Tam Burin.


Foto bersama dekan fakultas teknik serta pemateri

 

 

Kamis, 16 Desember 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Ngarai Palouse

Ngarai yang terletak  dikawasan Franklin county, Washington, United States mampu menarik perhatian banyak geologis, pasalnya bentukan morfologi alam ini kerap dikaitkan dengan Salah satu peristiwa zaman es paling dahsyat di dalam sejarah, yang disebut sebagai Banjir Besar Missoula, banjir yang bertanggung jawab dalam pengubahan lanskap timur Washington.

Pada bagian atas ngarai kamu akan menemukan dataran yang sangat lurus seperti panah sepanjang 4 mil, namun semakin kearah air terjun kamu akan menemukan ngarai berbentuk zigzag dan bolak balik, dan pada bagian bawah kamu akan mendapati system coulee yang klasik dan formasi butte yang megah yang muncul dari lantai ngarai, disekitar ngarai juga ditemukan gua gua yang telah menyimpan sejarah manusia selama 10.000 tahun yang lalu, namun secara geologis ngarai ini tidak tidak jauh lebih tua dari 10.000 tahun. Selama zaman es, ngarai, formasi air terjun bahkan sungai yang kita lihat dikawasan franklin county sama sekali belum terbentuk. Lalu bagaimana sih ngarai Palouse dapat terbentuk?

Sebelum banjir Missoula datang, sungai Palouse mengalir sejajar dengan sungai snake dengan sebuah jurang yang memisahkan mereka yang berbentuk seperti v. Punggungan itu terdiri dari batuan basalt yang retak, diselimuti dengan lanau yang tertiup angin yang dikenal sebagai loess. Batuan basalt yang hadir disini berasal dari zaman miosen sekitar 2 juta tahun yang lalu. lava basaltik yang mengalir dari retakan di tanah seluas lebih dari 63.000 mil persegi dari tempat yang sekarang menjadi Ngarai Sungai Palouse (atas) menampilkan tampilan seperti kue pengantin (butte) dari lapisan basal itu.

Sekitar 15.000 tahun yang lalu bendungan glasier pecah dan menyebabkan banjir zaman es dengan arus setinggi 300 kaki dan kecepatan 65 mil/jam, banjir ini datang dari arah Montana, berlayar menuju Indaho utara dan meluncur ke bagian washtuca coulee, karena terlalu banyak air yang ditangani oleh lembah, air dengan mudah melewati punggung bukit, dan langsung menuju kearah sungai snake, kerusakan erosi dari banjir tersebut membuat kerusakan serius pada punggungan di beberapa tempat, membentuk potongan parallel jauh kedalam batuan dasar basalt dan pada akhirnya membentuk ngarai Palouse, ngarai devils dan HU ranch coulee. Potongan parallel yang disebabkan banjir bukan hanya mengambil loess, tetapi juga mengambil semua batuan dasar. Rekahan dalam yang sejajar satu sama lain juga diambil alih oleh banjir dan membuat kerusakan yang sangat besar, rekahan ini sebenarnya sudah terbentuk sekitar 50 juta tahun yang lalu yang diakibatkan oleh kompresi lempeng dari selatan dan juga torsi lateral dan membuat area Palouse lebih rendah dari washtuca coulee. Sehingga mengakibatkan sungai Palouse berpindah jalur melalui stream capture lalu berbelok ke kiri selatan menuju ke punggungan  dan membentuk Palouse fall sebelum pada akhirnya mengalir ke sungai snake hal inilah yang membuat daerah coulee yang dulunya dialiri air kini kering.

 

 

Sumber :

https://www.youtube.com/watch?v=XPDmxtJfHqs&list=PLnsGtwpP24oZn7_heum8QNjYKsYXbeApp&index=3

https://www.bbc.com/indonesia/vert-tra-40407024

https://www.scenicusa.net/021810.html

https://epod.usra.edu/blog/2016/01/palouse-river-canyon.html

https://hugefloods.com/LakeMissoula.html

https://www.onlyinyourstate.com/washington/wa-grand-canyon/

 

 

 

 

RUBRIK GEOSCIENCE

  SALAR DE UYUMI             Apa sih salar de uyumi? Salar de Uyuni adalah dataran garam terbesar di dunia yang terletak di barat daya Bol...