Minggu, 03 April 2022

RUBRIK GEOSCIENCE

 Door to Hell

     Apakah kamu pernah mendengar istilah pintu nereka? Nah, ternyata istilah ini benar adanya digunakan loh. Memang bagaimana sih pintu neraka yang dimaksud ini? Mari kita bahas.

Pintu neraka atau biasa disebut Door to hell adalah salah satu kawah gas yang terbakar berada di Darvaza, Turkmenistan. Penamaan kawah ini sendiri merujuk pada api, lumpur mendidih, dan gas yang bertekanan tinggi. Kawah ini memiliki lebar 69 meter dan kedalaman 30 meter dengan luas total 5,350 m2.

Banyak misteri dibalik terbentuknya kawah ini. Menurut teori, para insinyur Soviet Pada 1971-an mencurigai situs tersebut mengandung cadangan minyak yang sangat besar. Rig pengeboran yang mereka bangun runtuh untuk membuat kawah ini. Khawatir gas beracun berbahaya yang dilepaskan dari kawah akan menyebar ke kota-kota terdekat, para insinyur berpikir bahwa cara terbaik untuk menghentikannya adalah dengan membakar habis gas tersebut. Sebelumnya diperkirakan gas tersebut akan terbakar habis dalam beberapa minggu, namun justru terus menyala hingga sekarang. Sementara ahli geologi Turkmenistan percaya kawah itu terbentuk pada 1960-an dan baru menyala 1980-an. Hal ini belum terpecahkan sebab, seperti pada saat Turkmenistan berada di bawah kekuasaan Uni Soviet, setiap catatan pembuatan kawah sekarang menjadi informasi rahasia. Hingga kini keberadaan kawah ini menarik perhatian banyak orang bahkan ahli geologi karena cadangan gasnya yang tidak ada hentinya.

Meskipun kawah ini seperti tidak dapat dieksplor karna suhu panasnya, namun ternyata pada November 2013 George Kourounis menjadi orang pertama yang masuk ke dalam lubang kawah ini. Ia melakukan hal tersebut dikarenakan untuk mengumpulkan sampel tanah dari dasar lubang sehingga dapat mengidentifikasi kehidupan apa yang dapat bertahan dilingkungan keras seperti itu. Untuk menahan panas yang menyengat, Kourounis mengenakan alat bantu pernapasan khusus, setelan pemantul panas, dan sabuk pengaman pendakian yang dibuat khusus dari Kevlar agar tidak meleleh. Hasil dari penjelajahannya ini, ia menemukan beberapa bakteri yang hidup di dasar kawah dan bakteri tersebut tidak ditemukan di tanah sekitar luar kawah.

kawah gas yang indah saat malam hari ini kini direncanakan untuk ditutup loh, kenapa ya? Ternyata usut punya usut menurut pemerintahan Turkmenistan kawah ini memiliki dampak yang buruk terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawah, bahkan pemborosan sumber daya gas alam yang berharga. Gas yang dikeluarkan dari kawah ini mengandung senyawa metana yang jika bertemu oksigen akan menghasilkan karbon dioksida + air, sehingga reaksi ini dapat membuat stok oksigen disekitar kawah menipis dan dapat membahayakan nyawa makhluk hidup yang ada disekitar kawah. 

 

Sumber :

https://www.nationalgeographic.com/adventure/article/140716-door-to-hell-darvaza-crater-george-kourounis-expedition

https://id.wikipedia.org/wiki/Kawah_gas_Darvaza

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUBRIK GEOSCIENCE

  SALAR DE UYUMI             Apa sih salar de uyumi? Salar de Uyuni adalah dataran garam terbesar di dunia yang terletak di barat daya Bol...