Kamis, 30 September 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Misteri Batuan yang Bergerak

Sobat geologi sudah pernah dengar tentang batuan yang bisa bergerak dengan sendirinya, belum sih? Jika belum mari kita mengunjungi benua amerika tepatnya di California, death valley. Situs nasa mencatat bahwa fenomena batu berjalan ini sudah menjadi soroton sejak tahun 1940-an loh! Tidak ada tanda-tanda kekuatan manusia untuk memindahkan batuan tersebut, coba bayangkan. Batuan yang memiliki berat sebesar 300 kg berpindah tempat sekitar 1km hanya dalam semalam,sungguh mustahil bukan?

Banyak ilmuwan yang mencoba untuk memecahkan misteri ini, hingga berbagai spekulasi yang timbul. Mulai dari, angin kencang yang menghempas batuan-batuan tersebut, magnet bawah tanah, hingga ulah dari para alien.


Pada tahun 2006, Ralp Lorenz, ilmuwan NASA, mempelajari kondisi di Death Valley, dia membandingkan dengan kondisi meteorologi lembah tersebut. Tetapi saat menyelidikinya, dia tertarik pada bebatuan misterius di danau kering Racetrack Playa Ini. Lorenz menjelaskan bahwa batu tersebut bukan bergerak tanpa bantuan faktor lain. Ketika musim dingin tiba dan menyelimuti daerah Racetrack Playa di Taman Nasional Death Valley, California, banyak batu terbungkus oleh es. Ketika musim dingin mulai berakhir, permukaan di daerah itu menjadi becek. Dikarenakan permukaan yang becek dan masih terdapatnya beberapa lapisan es yang masih menempel di bagian bawah batu, maka ketika ada angin yang bertekanan kuat, batu-batu itu dapat bergerak sesuai arah angin mendorongnya. Nah saat es mencair, tanah menjadi lumpur. Alhasil gerakan batu meninggalkan track atau lintasan di tanah.

Pada Desember 2013, Norris dan Jim Norris, yang juga terlibat dalam penelitian tersebut, tiba di Death Valley dan menemukan bahwa playa itu digenangi air sedalam 7 sentimeter. Tak lama kemudian, batu-batu mulai bergerak. Norris dan Jim kebetulan ada di sana tepat saat peristiwa itu berlangsung. ”Pengamatan mereka memperlihatkan bahwa pergerakan batu itu memerlukan sebuah kombinasi atas sejumlah peristiwa langka. Pertama, playa harus terisi air, yang kedalamannya cukup untuk membentuk es mengapung pada malam hari di musim dingin tapi juga cukup dangkal sehingga batu tetap berada di atas permukaan air. Ketika temperatur turun drastis pada malam hari, kolam membeku dan membentuk lapisan es setipis kaca. Es itu harus cukup tipis agar baru bisa bergerak lancar, tapi juga harus cukup tebal agar tak mudah pecah.Pada siang hari yang terik, es mulai mencair dan pecah menjadi panel-panel es besar. Angin yang berembus di playa akan mendorong batu di depannya dan meninggalkan jejak di lumpur lunak di bawah permukaan.“Pada 21 Desember 2013, es pecah pada tengah hari, bunyi es retak dan patah datang dari seluruh permukaan kolam yang beku,” kata Richard Norris.

 

Sumber:

https://intisari.grid.id/read/032548841/ilmuwan-dibuat-kebingungan-di-wilayah-death-valley-batu-bisa-bergerak-sendiri-seperti-makhluk-hidup-namun-misteri-penyebabnya-belum-terpecahkan-hingga-kini?page=all

https://www.merdeka.com/teknologi/misteri-batu-bergerak-sendiri-di-death-valley-terkuak.html

https://travel.okezone.com/read/2017/11/15/406/1814354/misteri-batu-bergerak-di-death-valley-ini-fakta-faktanya

https://news.detik.com/internasional/d-3473568/fenomena-batu-berjalan-di-lembah-as-yang-jadi-misteri-puluhan-tahun

https://tekno.tempo.co/read/604089/misteri-batu-berjalan-di-lembah-kematian-terkuak

 

 

 

 

 

Senin, 20 September 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Likuifaksi

Likuifaksi adalah hilangnya daya dukung tanah karena adanya proses pencairan akibat adanya goncangan, walaupun fenomena ini sungguh sangat jarang terjadi namun tentu saja kita tidak bisa memandang fenomena ini sebelah mata. Karena pada dasarnya tanah di Indonesia sangat rentan terhadap likuifasi. Coba bayangkan, dari 34 provinsi yang tersebar di Indonesia hanya ada lima diantaranya yang dinyatakan selamat dari zona likuifaksi  yakni, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung

Menurut Ahli Geologi, Dr.Eng.Imam Achmad Sadisun dari Kelompok Keahlian Geologi Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB , likuifaksi hanya bisa terjadi pada tanah yang jenuh air (saturated). Air tersebut terdapat di antara pori-pori tanah dan membentuk apa yang seringkali dikenal sebagai tekanan air pori. Dalam hal ini, tanah yang berpotensi likuifaksi umumnya tersusun atas material yang didominasi oleh ukuran pasir."Karena adanya gempa bumi yang umumnya menghasilkan gaya guncangan yang sangat kuat dan tiba-tiba, tekanan air pori tersebut naik seketika, hingga terkadang melebihi kekuatan gesek tanah tersebut. Proses itulah yang menyebabkan likuifaksi terbentuk dan material pasir penyusun tanah menjadi seakan melayang di antara air," katanya. Lebih lanjut ia menjelaskan, jika posisi tanah ini berada di suatu kemiringan, tanah dapat 'bergerak' menuju bagian bawah lereng secara gravitasional, seakan dapat 'berjalan' dengan sendirinya. Sehingga benda yang berada di atasnya, seperti rumah, tiang listrik, pohon, dan lain sebagainya ikut terbawa. Dilansir melalui ITB.ac.id

Untuk mengurangi dampak dari likuifaksi ilmuwan baru-baru ini menemukan sebuah metode yang efektif. Dan tidak memerlukan biaya yang besar. Yaitu dengan cara memasukkan gelembung gas ke dalam tanah. Gelembung gas tersebut akan mengurangi kelebihan pori-pori pada air di dalam tanah dan bebannya akan berkurang. Cara memasukkan gelembung gas ke dalam tanah yaitu menggunakan mikroorganisme yang disebut sebagai metode desaturasi biogas. Metode ini dilakukan dan juga menunjukkan jumlah dari tekanan air yang berkurang secara signifikan, tingkat efektivitasnya mencapai 90%.

Sumber:

https://haloedukasi.com/likuifaksi

https://www.itb.ac.id/berita/detail/56834/mengapa-terjadi-likuifaksi-di-palu-menurut-ahli-geologi-itb

https://www.voaindonesia.com/a/badan-geologi-luncurkan-atlas-zona-kerentanan-likuefaksi-indonesia-/5117022.html

https://www.youtube.com/watch?v=5VSx1oEkAZ4

 

Selasa, 31 Agustus 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

                                     Gunung Vinicunca

Jika biasanya kamu melihat gunung berwarna hijau, maka kali ini kamu akan dibuat kagum oleh pemandangan yang akan kamu temui di jajaran penggunungan andes yang terletak di peru.


Yup, selamat datang ke gunung vinicunca, gunung yang memiliki warna  seperti Pelangi. Sungguh menawan bukan? Gunung ini berwana demikian bukan tanpa alasan loh!

Beberapa tahun yang lalu kamu hanya bisa melihat hamparan salju yang luas, tidak ada siapapun yang mengetahui seperti apasih sebenarnya warna gunung ini. Gunung ini juga merupakan salah satu dampak nyata dari adanya fenomena global warming. Es dan gletser yang menutupi badan gunung akhirnya meleleh setelah terpapar suhu yang sangat ekstrim dari matahari. Sehingga pada akhirnya badan gunung terlihat

Warna yang bermacam-macam yang terdapat di permukaan Rainbow Mountain ini dikarenakan mineral langka yang ada di rantai gunung berapi yang membentang di sepanjang tepi lempeng tektonik Amerika Selatan dan Nazca. Mineral-mineral langka tersebut mengalami pelapukan dan erosi selama bertahun-tahun lalu terbentuklah lanskap pegunungan warna-warni seperti negeri dongeng ini.

Setiap warna dari Rainbow Mountain berasal dari mineral yang berbeda.Seperti lapisan yang berwarna merah menunjukkan karat oksida besi, lalu warna orange dan kuning berasal dari sulfida besi.Sedangkan warna biru kehijauan berasal dari klorit yang kadang menjadi hijaum pada saat bertemu dengan kuning akan memunculkan warna biru turquoise yang cemerlang.

Untuk mencapai ke lokasi ini kamu bisa menaiki bus selama 3 jam dari ibu kota peru, lalu kamu bisa melanjutkannya dengan berjalan kaki sekitar 6 mil untuk merasakan sensi berada di negeri dongeng. Jam 3.30 adalah waktu yang sangat tepat untuk melihat seluruh pantulana warna di gunung ini.

Sumber:

https://travel.dream.co.id/news/menyibak-rahasia-gunung-pelangi-180717n.html

https://www.tribunnews.com/travel/2019/02/09/melihat-lebih-dekat-rainbow-mountain-gunung-pelangi-yang-terbentuk-dari-mineral-langka-di-peru

https://en.wikipedia.org/wiki/Vinicunca

 

Sabtu, 21 Agustus 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 Api Abadi Mrapen

Api mrapen merupakan suatu fenomena geologi berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun. Konon katanya api ini muncul dikarenakan sunan kalijaga menancapkan tongkatnya ke tanah, tak berselang lama dari kejadian tersebut, api menyembur dari bekas tancapan tongkat. Masyarakat setempat percaya bahwasanya lubang ini lah yang menjadi titik awal munculnya api abadi mrapen.


Jika ditilik dari sudut pandang geologi penyebab asal usul api abadi mrapen dikarenakan  bersemayamnya kantong-kantong gas di kedalaman dangkal kurang dari 50 meter. Kata salah seorang dosen di Jurusan Teknik Geologi dan Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Dilansir dari Kompas.com

Walaupun dikatakan api abadi namun api ini juga sempat mengecil pada tahun 1966,2004 dan pada akhirnya benar benar padam pada September 2020 lalu. Dosen Teknik Geologi dan Pertambangan Institut Teknologi Adhi Tama, Surabaya, Jawa Timur, Handoko Teguh Wibowo memperkirakan adanya kaitan antara semburan gas hasil pengeboran sumber air dengan padamnya api ini karena sekitar kisaran 250 meter dilakukannya pengeboran untuk mencari sumber air. Alhasil peristiwa ini memicu adanya semburan air bercampur gas setinggi 25 meter. Jadi diasumsikan bahwasanya gas di tungku bermigrasi ke sumur ini.

Dosen yang meneliti gas rawa di Grobogan ini menuturkan, solusi dan mitigasi yang bisa dilakukan ialah dengan memisahkan air serta gas yang keluar di sumur. Kemudian, gas yang keluar disalurkan kembali ke lubang api abadi Mrapen. "Keluarnya gas ini menjadi indikasi ketersediaan gas yang melimpah," ujarnya.  Untuk itu, pengeboran oleh masyarakat harus diperhatikan dan berizin. Hal ini ditanggapi dengan cepat oleh gubernur jawa tengah Ganjar Pranowo dengan mengerahkan tenaga-tenaga ahli

Upaya teknis menyalakan kembali api abadi Mrapen dilakukan oleh tim ahli geologi dan Dinas ESDM Provinsi Jateng sejak bulan Februari 2021. Mereka melakukan kajian mencari titik gas menggunakan soil resistivy (geolistrik) atau alat untuk mengukur lapisan tanah dan menampilkan jebakan-jebakan atau jalur gas alam yang hasilnya akan tampak dalam bentuk tiga dimensi. Gas dari titik yang terbesar disalurkan menggunakan pipa ke lokasi destinasi wisata Api Abadi Mrapen. "Secara teknis, kami berupaya keras dari bulan Februari, Maret dan April. Dan pada pekan pertama bulan ini sudah rampung hingga Api Abadi Mrapen bisa menyala seperti semula," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko. Tim Dinas ESDM juga berupaya melakukan pembersihan dan pengeboran setelah meneliti letak cabakan gas dan pola distribusi aliran gas. "Akhirnya pada kedalaman 42 meter, tekanan kuat dan kemudian dibersihkan sumurnya. Kita orientasikan aliran fluida-nya yang kemudian dikuti oleh aliran gas," sambungnya. Hingga akhirnya melimpahnya gas, membuat Api Abadi Mrapen kembali menyala. Dilasir dari Kompas.com

Sumber api abadi mrapen merupakan salah satu hal yang menjadi kebangaan bagi warga Indonesia loh. Karena sumber api alam Mrapen lah yang digunakan untuk menyalakan obor pesta olahraga Ganefo tahun 1963 dan Pekan Olahraga Nasional XII/1989 serta sebagai sumber penyala obor pada perayaan waisak tiap tahunnya. Jika kalian penasaran dengan api ini yuk segera kunjungi desa Manggarmas, kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Api_abadi_Mrapen

https://regional.kompas.com/read/2020/10/06/07020081/sejarah-api-abadi-mrapen-yang-kini-padam-konon-muncul-saat-tongkat-sunan?page=all

https://regional.kompas.com/read/2020/10/05/19170771/api-abadi-mrapen-padam-ini-penjelasan-ahli-geologi?page=all

https://regional.kompas.com/read/2021/04/21/113000278/perjalanan-penyelamatan-api-abadi-mrapen-padam-total-pertama-dalam-sejarah?page=all

https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/03/121432065/api-abadi-mrapen-padam-total-ini-pasang-surut-dan-sejarahnya?page=all

 

 

Sabtu, 31 Juli 2021

RUBRIK GEOSCIENCE


Danau Hiller

Pernahkah kalian membayangkan sebuah porsi milkshake yang tiada habisnya? Bagi kalian pencinta milkshake stroberi  mungkin tidak ada salahnya berkunjung ke sisi barat Australia. Disana kalian akan melihat visual milkshake stroberi secara nyata dengan porsi sekitar 15 ha. walaupun demikian jangan coba- coba untuk meminumnya yaaa,  karena milkshake stroberi yang satu ini memiliki rasa yang sangat asin, bahkan berkali-kali lipat lebih asin daripada garam dirumahmu. Visual milkshake stroberi dengan ukuran raksasa ini dinamai dengan Hillier lake.

Hillier lake pertama kali ditemukan oleh seorang navigator dan pembuat peta asal Inggris Mathew Flinders, pada 1802. Danau ini diberi nama hillier untuk menghormati seorang kru yang meninggal ketika baru saja tiba di pelabuhan yang disebabkan oleh disentri yang ia derita.

warna pink neon yang  memukau ini, menyimpan sisi misteriusnya tersendiri. Pasalnya para ilmuwan sudah lama mencari tau asal muasal penyebab warna danau hillier ini berwarna pink,dan baru saja dipecahkan pada beberapa tahun silam.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di hillier lake para scientist mengumpulkan sampel-sampel yang ada di sekitar area hillier lake,  seperti sedimentasi yang ada, serta air danau itu sendiri. Sampel ini diambil untuk dilakukan analisa metagenomik. Analisa ini berguna untuk melihat sample DNA sehingga kita mengetahui mekhluk apa yang mendiami tempat tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa Tingkat keasinan di danau ini mencapai sekitar 40% hampir setara dengan tingkat keasinan di laut mati serta ditemukannya komunitas yang berkembang didalam air asin ini, Dunaliella salina bakteri yang teridentifikasi di Danau Retba Senegal juga ditemukan di hillier lake. Senyawa pigmen yang dibuat oleh gangang ini meningkatkan kemampuannya untuk menyerap matahari. Salinibacter ruber dan species archae lainnya juga berhasil ditemukan di lokasi ini. Mikroorganisme inilah yang membuat danau hillier menjadi warna pink neon yang pekat

Danau hillier juga mengandung dechloromonas aromatic dalam jumlah besar yaitu bakteri yang pandai memecah bahan kimia yang digunakan dalam tanning industry. Di akhir tahun 1900 air ini juga pernah diambil dan digunakan dalam tanning industry yang menghasilkan sejumlah bahan kimia seperti, Benzene, Toluene yang ditaruh dalam air. dechloromonas aromatic ini yang memberi makan bakteri serta kehidupan lain di danau. Danau ini juga pernah menjadi tambang garam pada tahun 1889 oleh Edward Andrews. Tapi pada akhirnya dihentikan setelah terjadinya keracunan garam, dan ditemukannya fakta bahwasannya garam yang berada di hillier lake terlalu beracun  untuk dikonsumsi

Hillier lake terbilang sangat sulit untuk dijangkau, untuk mencapai lokasi ini kamu harus menaiki setidaknya enam penerbangan dalam sehari, enam penerbangan dalam sehari terbilang adalah cara tercepat dan termurah tanpa perlu menyewa ekpedisi untuk menginjakkan kaki ke hillier lake ini. Hillier lake aman untuk di selami karena pada faktanya tidak ada makhluk hidup  mendiami tempat ini yang akan memangsa kita dan tidak berbahaya untuk kulit namun disarankan untuk tidak berada di danau ini melebihi 10 menit, Karena bisa saja ada hal buruk yang terjadi, dan para peneliti akan menelitinya untuk lebih lanjut. 

Sumber:

https://phinemo.com/danau-merah-muda-lake-hillier-di-autralia-yang-unik/

https://www.liputan6.com/global/read/3941805/fakta-menarik-di-balik-lake-hillier-danau-berwarna-merah-muda-di-australia-barat

https://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Hillier

https://www.youtube.com/watch?v=kz_Sy9ijlCU

https://www.youtube.com/watch?v=YP6i5iXzLJI

 

 

Rabu, 14 Juli 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Medan karst

Sekitar 0,08% kawasan di Inodesia ditutupi oleh bentang alam karst, bahkan salah satu tower karst di Indonesia di nobatkan sebagai yang terbesar dan terindah kedua setelah China selatan. Tower karst ini  berlokasi di taman nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para warga Indonesia karena pada dasarnya kawasan karst merupakan salah satu ekosistem yang sangat kompleks yang saling berkaitan satu sama lain. Disepanjang dinding gua  kamu bisa menemukan banyak sekali cerita cerita kehidupan di masa lalu. Sungai-sungai bawah tanah yang mengalir menjadi sumber kehidupan bagi flora dan fauna sekitarnya. Batuan gamping yang merupakan ciri khas utama bentang alam karst ditambang dan dijadikan nilai ekonomis bagi kehidupan manusia. Ada banyak sekali pelajaran yang dapat kamu ambil. Jikalau kamu ingin meneliti bentang alam karst. Jadi apa sih itu sebenarnya bentang alam karst?

Bentang alam karst merupakan kawasan yang terdiri dari batuan kapur yang berpori sehingga air dipermukaan tanah selalu merembes dan mengalir masuk ke dalam tanah. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Ciri morfologi dari bentang alam karst adalah adalah terdapatnya cekungan-cekungan tertutup (doline, uvala), gua, lembah buta, lembah kering, dan bukit sisa yang berbentuk kerucut atau menara. Ciri-ciri spesifik dari kondisi hidrologi karst adalah terdapatnya jaringan sungai bawah tanah, telaga, langkanya atau tidak terdapatnya sungai permukaan, dan terdapatnya mataair yang besar (Sweeting, 1972; Trudgill, 1985; White, 1985; Ford dan Williams, 1989;  Gielison, 1996).

Proses terbentuknya medan karst diawali dengan adanya tabrakan antar lempeng yang menyebabkan adanya gaya tektonik dan pada akhirnya menyebabkan sedimentasi atau sisa hewan dan tumbuhan yang mengandung kapur terangkat dari dasar laut (atau dari dalam bumi) menuju ke permukaan. Bagian yang terangkat ke permukaan itu kemudian berbentuk gugusan bukit batu kapur (gamping) di permukaan laut. Ada juga yang tidak sepenuhnya mencuat ke permukaan dan tertutupi oleh  permukaan tanah (endokarst). Pencuatan ke permukaan bumi ini kemudian membentuk sistem karst dan mengikuti  pelarutan dari unsur lainnya. Kemudian terbentuk sistem tersendiri, mulai terbentuknya perbukitan hingga lembah. Di bagian bawahnya memiliki sistem lain yang saling terhubung dangan sistem di permukaannya.

Kawasan karst merupakan bentang alam yang tidak dapat diperbaharui, jadi sudah semestinya kita sebagai warga Indonesia menjaganya dengan baik, agar tidak ada tangan-tangan jahil yang berani merusaknya, karena jika suatu ekosistem terganggu maka ekosistem yang lainnya juga turut merasakan dampaknya.

Sumber :

https://lokadata.id/artikel/ekosistem-kawasan-karst-tak-tergantikan

http://ksdae.menlhk.go.id/info/1104/the-spectacular-tower-karst.html

https://www.tni.mil.id/view-21909-mengenal-medan-karst-daerah-latihan-gabungan-tni-di-daerah-kaliorang-sangatta.html

https://lokadata.id/artikel/kawasan-karst-bukan-hanya-soal-gamping

 

Rabu, 30 Juni 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Penyebab Kemunculan Danau Baru NTT

Siklon tropis seroja merupakan siklon tropis yang terjadi di Kawasan Nusa Tenggara Timur pada 3 April 2021 silam. BMKG juga mengatakan bahwasannya siklon ini merupakan yang terkuat kedua setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2008, maka tidak heran ada banyak dampak yang ditimbulkan setelah badai hebat ini menerjang. Selain menyebabkan berbagai bencana alam seperti banjir bandang, badai seroja ini juga menyebabkan timbulnya danau baru di kota kupang.

Danau baru dengan luas sekitar dua hektare muncul di area pertanian sikumana,kecamatan maulafa,kupang. Menurut warga setempat, danau tersebut dulunya adalah kebun sayur, namun setelah kejadiaan badai seroja, munculah danau yang panjangnya  sekitar dua hektare dengan kedalam sekitar dua meter lebih, yang menenggelamkan lima sumur milik warga,termasuk beberapa kandang ternak sapi dan babi. Air yang mengalir masuk kedalam danau berasal dari lima mata air yang berbeda. Mata air yang muncul secara tiba-tiba ini diawali dengan adanya letupan dan goncangan seperti gempa sebelum kemunculannya.Kejadian serupa juga dirasakan oleh warga kelurahan Batuplat,kecamatan alak, kota kupang. Bekas arena motorcross kini digenangi air dengan luasnya mencapai sekitar 200 meter.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Dr. Herry Kota menyatakan, danau yang terbentuk di Kelurahan Sikumana masuk dalam kategori danau dolina atau karst. Ia memaparkan, Kota Kupang merupakan daerah bertopografi karst yang memiliki tingkat keterjalan tinggi. Di Kota Kupang juga terdapat cekungan, tonjolan, dan bukit berbatu yang tidak beraturan. Ditambah lagi dengan adanya aliran bawah tanah dan gua, menjadikan potensi terbentuknya danau dolina makin tinggi. “Apabila terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, maka pembentukan danau kembali terjadi, karena suplai air sangat tinggi dari sumber-sumber mata air baru yang muncul di sekitar lokasi danau ini,” ungkapnya, dilansir dari Antara. Henry juga menanmbahkan bahwasannya danau dolina merupakan danau musimam yang bisa mengering karena musim kemarau 


Sumber:

https://regional.kompas.com/read/2021/04/22/120412278/ada-danau-baru-lagi-di-kupang-dulunya-arena-motocross-disebut-dialiri-5?page=all

https://www.antaranews.com/berita/2134074/danau-baru-menghadirkan-peluang-baru-bagi-warga-kota-kupang

https://nasional.kompas.com/read/2021/04/30/08534221/siklon-tropis-dan-dampak-badai-seroja-yang-ekstrem-di-ntt?page=all

https://id.wikipedia.org/wiki/Siklon_Seroja

https://www.youtube.com/watch?v=28bf9JoXSa4




RUBRIK GEOSCIENCE

  SALAR DE UYUMI             Apa sih salar de uyumi? Salar de Uyuni adalah dataran garam terbesar di dunia yang terletak di barat daya Bol...