Rabu, 14 Juli 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Medan karst

Sekitar 0,08% kawasan di Inodesia ditutupi oleh bentang alam karst, bahkan salah satu tower karst di Indonesia di nobatkan sebagai yang terbesar dan terindah kedua setelah China selatan. Tower karst ini  berlokasi di taman nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi para warga Indonesia karena pada dasarnya kawasan karst merupakan salah satu ekosistem yang sangat kompleks yang saling berkaitan satu sama lain. Disepanjang dinding gua  kamu bisa menemukan banyak sekali cerita cerita kehidupan di masa lalu. Sungai-sungai bawah tanah yang mengalir menjadi sumber kehidupan bagi flora dan fauna sekitarnya. Batuan gamping yang merupakan ciri khas utama bentang alam karst ditambang dan dijadikan nilai ekonomis bagi kehidupan manusia. Ada banyak sekali pelajaran yang dapat kamu ambil. Jikalau kamu ingin meneliti bentang alam karst. Jadi apa sih itu sebenarnya bentang alam karst?

Bentang alam karst merupakan kawasan yang terdiri dari batuan kapur yang berpori sehingga air dipermukaan tanah selalu merembes dan mengalir masuk ke dalam tanah. Daerah ini dibentuk terutama oleh pelarutan batuan, kebanyakan batu gamping. Ciri morfologi dari bentang alam karst adalah adalah terdapatnya cekungan-cekungan tertutup (doline, uvala), gua, lembah buta, lembah kering, dan bukit sisa yang berbentuk kerucut atau menara. Ciri-ciri spesifik dari kondisi hidrologi karst adalah terdapatnya jaringan sungai bawah tanah, telaga, langkanya atau tidak terdapatnya sungai permukaan, dan terdapatnya mataair yang besar (Sweeting, 1972; Trudgill, 1985; White, 1985; Ford dan Williams, 1989;  Gielison, 1996).

Proses terbentuknya medan karst diawali dengan adanya tabrakan antar lempeng yang menyebabkan adanya gaya tektonik dan pada akhirnya menyebabkan sedimentasi atau sisa hewan dan tumbuhan yang mengandung kapur terangkat dari dasar laut (atau dari dalam bumi) menuju ke permukaan. Bagian yang terangkat ke permukaan itu kemudian berbentuk gugusan bukit batu kapur (gamping) di permukaan laut. Ada juga yang tidak sepenuhnya mencuat ke permukaan dan tertutupi oleh  permukaan tanah (endokarst). Pencuatan ke permukaan bumi ini kemudian membentuk sistem karst dan mengikuti  pelarutan dari unsur lainnya. Kemudian terbentuk sistem tersendiri, mulai terbentuknya perbukitan hingga lembah. Di bagian bawahnya memiliki sistem lain yang saling terhubung dangan sistem di permukaannya.

Kawasan karst merupakan bentang alam yang tidak dapat diperbaharui, jadi sudah semestinya kita sebagai warga Indonesia menjaganya dengan baik, agar tidak ada tangan-tangan jahil yang berani merusaknya, karena jika suatu ekosistem terganggu maka ekosistem yang lainnya juga turut merasakan dampaknya.

Sumber :

https://lokadata.id/artikel/ekosistem-kawasan-karst-tak-tergantikan

http://ksdae.menlhk.go.id/info/1104/the-spectacular-tower-karst.html

https://www.tni.mil.id/view-21909-mengenal-medan-karst-daerah-latihan-gabungan-tni-di-daerah-kaliorang-sangatta.html

https://lokadata.id/artikel/kawasan-karst-bukan-hanya-soal-gamping

 

Rabu, 30 Juni 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Penyebab Kemunculan Danau Baru NTT

Siklon tropis seroja merupakan siklon tropis yang terjadi di Kawasan Nusa Tenggara Timur pada 3 April 2021 silam. BMKG juga mengatakan bahwasannya siklon ini merupakan yang terkuat kedua setelah sebelumnya terjadi pada tahun 2008, maka tidak heran ada banyak dampak yang ditimbulkan setelah badai hebat ini menerjang. Selain menyebabkan berbagai bencana alam seperti banjir bandang, badai seroja ini juga menyebabkan timbulnya danau baru di kota kupang.

Danau baru dengan luas sekitar dua hektare muncul di area pertanian sikumana,kecamatan maulafa,kupang. Menurut warga setempat, danau tersebut dulunya adalah kebun sayur, namun setelah kejadiaan badai seroja, munculah danau yang panjangnya  sekitar dua hektare dengan kedalam sekitar dua meter lebih, yang menenggelamkan lima sumur milik warga,termasuk beberapa kandang ternak sapi dan babi. Air yang mengalir masuk kedalam danau berasal dari lima mata air yang berbeda. Mata air yang muncul secara tiba-tiba ini diawali dengan adanya letupan dan goncangan seperti gempa sebelum kemunculannya.Kejadian serupa juga dirasakan oleh warga kelurahan Batuplat,kecamatan alak, kota kupang. Bekas arena motorcross kini digenangi air dengan luasnya mencapai sekitar 200 meter.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Dr. Herry Kota menyatakan, danau yang terbentuk di Kelurahan Sikumana masuk dalam kategori danau dolina atau karst. Ia memaparkan, Kota Kupang merupakan daerah bertopografi karst yang memiliki tingkat keterjalan tinggi. Di Kota Kupang juga terdapat cekungan, tonjolan, dan bukit berbatu yang tidak beraturan. Ditambah lagi dengan adanya aliran bawah tanah dan gua, menjadikan potensi terbentuknya danau dolina makin tinggi. “Apabila terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi, maka pembentukan danau kembali terjadi, karena suplai air sangat tinggi dari sumber-sumber mata air baru yang muncul di sekitar lokasi danau ini,” ungkapnya, dilansir dari Antara. Henry juga menanmbahkan bahwasannya danau dolina merupakan danau musimam yang bisa mengering karena musim kemarau 


Sumber:

https://regional.kompas.com/read/2021/04/22/120412278/ada-danau-baru-lagi-di-kupang-dulunya-arena-motocross-disebut-dialiri-5?page=all

https://www.antaranews.com/berita/2134074/danau-baru-menghadirkan-peluang-baru-bagi-warga-kota-kupang

https://nasional.kompas.com/read/2021/04/30/08534221/siklon-tropis-dan-dampak-badai-seroja-yang-ekstrem-di-ntt?page=all

https://id.wikipedia.org/wiki/Siklon_Seroja

https://www.youtube.com/watch?v=28bf9JoXSa4




Selasa, 15 Juni 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Zona del silencio


Pernah gak sih kalian mendengar sebuah tempat yang bernama Zona del silencio? Kalau belum mari simak penjelasan berikut!

Zona del silencio merupakan Kawasan Cagar Alam Mampimi yang merupakan bagian dari Gurun Chihuahua, Meksiko. Jika diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, zona del silencio memiliki arti sebagai zona yang sunyi. Tempat ini dikatakan sunyi dikarenakan hanya ada sedikit penduduk yang menempati area ini. Kamu juga tidak bisa menggunakan ponsel,tidak bisa menentukan arah menggunakan kompas disaat kamu tersesat, bahkan tumbuhan dan juga hewan di area ini memiliki karakteristiknya tersendiri. seolah-olah mereka mengalami mutasi gen. Bahkan penduduk di area ini juga memiliki ukuran badan yang lebih besar daripada penduduk kota setempat.  maka dari itu tidak heran jika area ini sepi akan penduduk.




 


 

 



Dari paparan narasi singkat diatas saya yakin ada banyak pertanyaan yang mucul dibenak kalian. Sebenarnya seberapa misterius sih zona del silencio ini?  Tahukah kalian, bila tempat ini sering disebut-sebut sebagai tempat termisterius kedua setelah segitiga Bermuda. Kenapa demikian? Karena pada dasarnya memang banyak sekali keaneahan yang terjadi di area ini. Baik yang berasal dari lagenda urban,sampai ke fakta-fakta yang belum bisa dibuktikan oleh scientist. Berikut list keanehan yang pernah  terjadi di tempat ini.

1.Pada tahun 1930 fransisco sarabia mengalami radio blackout alias semua peralatan radionnya sama sekali tidak bisa digunakan Ketika melakukan penerbangan di area the silence zone sehingga ia terpaksa untuk landing darurat, namun setelah diperiksa tidak ada yang bermasalah dengan radionnya, hanya saja radionya berhenti secara tiba-tiba.  Fransisco serabia ini bukanlah seorang amatiran jadi mustahil jika peristiwa ini hanya terjadi dikarenakan adanya human eror.

    2.Pada tahun 1964 perusahaan negara yang bernama Pemex mengirim seorang teknik yang Bernama  Harry de la pena untuk mensurvey lokasi tersebut dan membangun pipa minyak. namun disaat ekspedisi berjalan komunikasi antar tim gagal total dikarenakan adanya sinyal anomaly yang mengganggu gelombang radio, dari sinilah cikal bakal penyebutan zona del silencio didapatkan.

    3.Zona Del Silencio juga sering dikaitkan dengan banyaknya laporan penampakan UFO (unidentified Flying Object). Penampakan bola api terbang, cahaya yang berubah-ubah warna,orang-orang yang berpenampilan misterius, serta benda terbang melayang-layang dengan kecepatan tinggi.

    4.Pada 2 Juli 1970, saat Angkatan Udara (AU) AS melakukan uji coba peluncuran rudal Athena di Green River, Utah. Rudal yang harusnya jatuh di wilayah White Sand, New Meksiko, melenceng jauh dari jalur seharusnya dan jatuh di sebelah selatan Gurun Chihuahua yang jaraknya sekitar 520 km dari tempat seharusnya. Rudal tidak hanya sekali melenceng dari jalurnya. Satu rudal lainnya jatuh di daerah Monticello, Utah. Namun, tempat jatuhnya masih dianggap normal. Pihak AS berteori, kejadian aneh ini disebabkan karena anomali gelombang magnet di atmosfer yang mengganggu transmisi radio. Sehingga, jarum kompas jadi berputar tidak terkendali. Selain itu, gelombang magnet diyakini dapat membentuk vortex di atas atmosfer dan mengganggu jalur peluncuran rudal.

     5.Banyak meteorit yang jatuh di area ini dengan jumlah cukup banyak. Salah satunya, meteor Allende (karena jatuh di daerah Pueblito de Allende) pada 8 Februari 1969 jam 1:05 dini hari. Meteor Allende merupakan batu meteor terbesar yang pernah ditemukan, sebelum memasuki atmosfer bumi ukurannya diperkirakan sebesar mobil. Ketika terjadi benturan dengan bumi mengakibatkan terjadinya shock wave sampai beberapa kilometer dari tempat kejadian. Bahkan ada beberapa meteor yang jatuh dilokasi bahkan tempat yang sama hanya saja tahunnya yang berbeda.







 

 



6.Terdapat setidaknya 31 jenis tanaman yang unik dan 75 spesies satwa yang hanya ditemukan dilokasi ini.Menurut Gina Syamsudin dalam channel youtube nya salah satu konklusi yang paling masuk akal berdasarkan para scientist ialah ada banyaknya mineral yang jauh tertimbun dibawah tanah  yang memiliki high magnetic level dan jatuhnya meteroit yang menyebabkan anomaly gelombang radio dan susah sinyal. Terkait dengan adanya orang-orang yang dianggap misterius dan penampakan UFO hal ini hanyalah mitos dan urban legend semata. Terkait benar atau salah. Zona del silencio ini memang memiliki misteri yang sulit untuk diungkapkan.

 

 

Sumber:

https://www.tagar.id/zona-del-silencio-gurun-hening-meksiko-penuh-misteri

https://www.youtube.com/watch?v=ABUQI0I2FBE

https://bobo.grid.id/read/081747368/zona-del-silencio-daerah-hening-tanpa-sinyal-di-gurun-meksiko?page=all

https://video.tribunnews.com/view/44700/sama-misterius-dengan-segitiga-bermuda-lokasi-di-gurun-meksiko-bahkan-disebut-tempat-favorit-ufo

 

 

Sabtu, 15 Mei 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

Penurunan muka tanah di pekalongan,apa sih penyebabnya?

                Pada bulan januari lalu dunia geologi dihebohkan dengan adanya penurunan muka tanah yang  terjadi secara drastis di kota pekalongan. Namun sebelum kita memasuki lebih jauh tentang spesifik kejadian yang terjadi di kota pekalongan ada baiknya kita mengetahui dulu “apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan penurunan muka tanah?”

                Dikutip dari laman Wetlands International penurunan muka tanah dikenal juga dengan istilah amblesan yaitu fenomena turunnya permukaan tanah dibandingkan dengan titik referensinya. Kondisi ini marak terjadi di perkotaan pesisir, kawasan gambut pesisir dan daerah eksploitasi migas di pesisir. Di Indonesia, setidaknya 21 provinsi dan 132 kabupaten/kota saat ini terindikasi mengalami subsiden, bahkan untuk beberapa lokasi di Pantai Utara Jawa dan Pantai Sumatera, telah tercatat mengalami subsiden dan terpapar dampak bencana banjir pasang laut (Rob).

                Penurunan muka tanah di daerah pekalongan diperparah dengan adanya global warming yang menyebabkan permukaan air laut naik, hal ini menyebabkan adanya pengikisan atau abrasi disekitar area pantai, dan banjir rob yang terus terjadi jikalau pasang bahkan menurut penelitian dari tim geodasi ITB pekalongan diperkirakan akan tenggelam pada tahun 2035.

        Heri Andreas Peneliti dari tim Geodesi Institut Teknologi Bandung mengatakan bahwa  Penyebab penurun muka tanah yang terjadi dikota pekalongan dikarenakan Kondisi warga yang kesulitan air bersih sedangkan perusahaan daerah yang mengelola air bersih tidak sanggup memasoknya. Pemerintah daerah lalu membuat program pengeboran air artesis di setiap RW (rukun warga) berkedalaman hingga 100 meter. “Kebijakan pemdanya bikin bunuh diri massal, krisis air lalu kotanya tenggelam”. Namun Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Anita menampik dugaan bahwa penurunan tanah di kawasan itu disebabkan karena adanya eksploitasi air tanah yang berlebih. Pasalnya, letak lokasi industri dengan area rawan penurunan tanah tidak berdekatan. "Kota Pekalongan, tanahnya merupakan endapan yang usianya masih muda. Sebetulnya wajar, bila ada penurunan tanah," kata Anita.

           Anita menambahkan, wilayah Kota Pekalongan sebelumnya memang bukan daratan. Namun terbentuk dari endapan."Kan menurut sejarahnya, seluruh Kota Pekalongan, wilayahnya dari endapan. Dulu kan, garis pantainya di Kabupaten (Pekalongan), di Doro dan Bandar (Kabupaten Batang),Kemudian makin lama makin maju, membentuk daratan di Kota Pekalongan," imbuhnya.

           Badan Geologi  sudah membuat alat pantau sejak tahun 2020 lalu. ”Kita memantau sejak Maret, lalu Juli ada penurunan 1,3 cm, Agustus 2,3 cm, dan September 2,7 cm sehingga total penurunan selama setahun 6 cm,"  ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelo

       Sementara berdasarkan temuan tim peneliti ITB, hasil penurunan tanah di Pekalongan bisa mencapai rata-rata 10 cm per tahun bahkan maksimal 17 cm. Pengukuran tersebut memakai alat global positioning system (GPS).Terkait hal itu, Budi menjelaskan bahwa hasil pengukuran penurunan tanah bisa berbeda tergantung dari metode pengukurannya

       Badan Geologi juga telah menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah setempat untuk mencegah dampak dari penurunan muka tanah di Pekalongan dan daerah lainnya. Mulai dari pembuatan tanggul, folder air, penataan drainase dan pengendalian abrasi lewat tanggul, hingga penanaman mangrove.

 

SUMBER :

https://indonesia.wetlands.org/id/publikasi/flyer-penurunan-muka-tanah-subsiden/

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210121142718-199-596689/badan-geologi-ungkap-penyebab-tanah-turun-di-pekalongan

 https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210121142718-199-596689/badan-geologi-ungkap-penyebab-tanah-turun-di-pekalongan

 https://news.detik.com/berita-jawa-tengah/d-5344873/terungkap-ini-penyebab-penurunan-muka-tanah-pekalongan-6-cm-per-tahun?single=1

 https://m.metrotvnews.com/play/bVDCQqnV-112-kabupaten-kota-di-indonesia-berpotensi-tenggelam

 

 

Jumat, 16 April 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

SEDEX, Pernah Dengar Gakk?

            Mendengar kata Sedex mungkin asing ditelinga kaum awam. Sedex atau sedimentary Exhalation merupakan salah satu dari bentuk endapan hidrotermal yang terbentuk akibat dari interaksi hidrotermal yang kaya akan logam (saline hydrothermal Fluid) dengan air reservoir yang biasanya terjadi dibawah laut. Endapan ini sering dijumpai berupa lapisan yang tersusun oleh perselingan zinc (zn) dan lead (Pb) pada cekungan sedimen di dalam sistem urat submarine. Umumnya endapan ini tidak berhubungan dengan proses vulkanisme secara langsung, ini yang menjadikan perbedaan dengan endapan tipe VMS (volcanegenic massive sulfide).

            Mineral ekonomis utama yang dapat dijumpai pada endapan ini yaitu sfalerit dan galena. Cadangan raksasa SedEx di dunia dikrtahui berumur Paleo sampai Mesoprotezoik contohnya yang terkenal adalah HYC di McArthur River dan Mount Isa dan Broken Hill di Australia. Pada umumnya SedEx terbentuk sekitar 1 sampai dengan 1.6 Ga.

            Sumatra sendiri juga berkontribusi dalam pembentukan jenis endapan ini.  Terdapat tiga jenis endapan  logam dasar yang dapat dijumpai sepanjang Pegunungan Bukit Barisan, Sumatera, seperti cebakan skarn, eksalasi sedimen and hidrotermal.
Jenis skarn terdapat di Lokop, Latong dan Tuboh, sedangkan Dairi dan Tanjung Balit masing-masing termasuk ke dalam sedimentary exhalation dan hidrotermal.

                                                                                       

Figure 1. Distribution of selected base metal deposits in Sumatera

1. Lokop; 2. Dairi; 3. Latong; 4. Tanjung Balit; 5. Tuboh

            Cebakan Dairi termasuk jenis eksalasi sedimen (sedex). Mineralisasinya terdapat dalam runtunan batuan sedimen dari Formasi Kluet. Ada 2 jenis mineralisasi yang dapat dibedakan, yaitu Julu dan Jehe. Mineralisasi Julu yang digolongkan ke dalam sedimentary exhalation berbentuk singenetik dengan serpih karbonan. Mineralogi bijih terdiri dari galena, sfalerit dan pirit. Mineralisasi berupa lapisan dengan ketebalan mencapai hingga 8 m. Cebakan Julu terbentuk pada temperatur berkisar dari 236-375°C dengan kegaraman berkisar dari 9,3-23% berat NaCl. Sebaliknya, mineralisasi Jehe termasuk jenis Missisippi Valley-Type dan terdapat dalam dolomit dari anggota Jehe.

            Cebakan Dairi ini memiliki sejarah yang panjang, dimulai dengan pertambangan yang dilakukan pada masa kolonial belanda  seperti di daerah Bululaga, dimana dulunya menggunakan alat-alat yang seadanya dan terbatas, berbeda dengan zaman sekarang, banyak perusahaan ingin mengambil bagian menjadi penambang dari jenis deposit ini menggunakan teknologi yang modern.

 

                                                                                                                                                                                                        

 

Sumber:

Z. Abidin, Hamdan dan Harry Utoyo. 2014. Mineralization of The Selected Base Metal Deposits In The Barisan Range, Sumatra, Indonesia (Case Study At Lokop, Dairi, Latong, Tanjung Balit And Tuboh). Indonesian Mining Journal Vol. 17, No. 3, 122 – 133.

https://www.gajahtobanews.com/gaya-hidup/teknologi/sedex-sebagai-kekayaan-alam-mineral-logam-yang-tersembunyi-di-perut-dairi-dan-sekitarnya

Adi, Maulana. 2017. “Endapan Mineral”. Yogyakarta. Penerbit Ombak.

Rabu, 31 Maret 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

COKING COAL ITU APA SIH ?

         


          Potensi pemakaian batubara di Indonesia sampai saat ini mengalami peningkatan, terutama dalam keperluan pembakaran dalam jumlah besar seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan industri semen. Bahkan batubara adalah sumber bahan bakar fosil terbesar dan terluas yang menyediakan sekitar 23% energi dunia. Dalam penghasilan energi, batubara dibagi menjadi dua klasifikasi, terdiri dari coking coal dan thermal coal.

         Coking Coal, biasanya dikenal sebagai batubara kokas atau metallurgical coal, merupakan salah satu jenis batubara yang digunakan dalam proses pembuatan coke atau kokas dalam industri pembuatan baja dan besi. Berbeda dari thermal coal yang dikenal dengan batubara yang mengalami proses pembakaran sebagai penghasil energi untuk menggerakan turbin penghasil listrik. Batubara jenis thermal coal ini biasanya tidak dapat mengental dan mengandung jumlah abu yang tinggi. Sehingga sangat berbeda dengan tujuan dalam pembuatan baja yang pada dasarnya menggunakan coking coal.


            Coke atau kokas sendiri adalah bahan keras yang memiliki porositas dan konsentrasi karbon tinggi yang dihasilkan dari proses pemanasan batubara bituminous tanpa udara dengan temperatur yang sangat tinggi (pirolisis). Bagaimanapun, tidak semua jenis batu bara dapat digunakan sebagai coking coal, hanya batubara yang mengandung atribut-atribut tertentu yang sesuai dalam pembentukan coke.

            Coking Coal merupakan salah satu dari tiga kelas utama batubara metalurgi, hard coking coal, semi-hard coking-coal, semi-soft coking coal dan pulverized coal for injection (PCI). Kategori ini mengacu pada kualitas batubara dan seberapa baik kinerjanya dalam proses pembuatan kokas dan besi. Batubara dengan kualitas yang lebih baik cenderung memiliki lebih banyak komponen fusible reaktif, menghasilkan kokas yang lebih kuat, seperti yang terdapat pada hard coking coal. Sedangkan batubara PCI cenderung memiliki tingkat material fusible yang rendah.

 

Selasa, 16 Maret 2021

RUBRIK GEOSCIENCE

 

 Fumarol di bawah Lautan Sabang, Apa sih Sebenarnya Fumarol itu ?



            Menurut penelitian  geologi, geofisika dan oseanografi terdapat fumarol  tepatnya  di bawah laut  Sabang. Lalu, bagaimana sih yang dimaksud dengan fumarol itu? Mendengar kata fumarol mungkin agak asing didengar oleh telinga awam seperti kita, fumarol adalah sebutan untuk suatu objek lubang di bawah bumi yang dapat mengeluarkan uap dan gas. Uap dan gas ini disebut  dengan solfatara yang mengandung unsur sulfur di dalamnya. Hal ini biasa dapat kita  jumpai di sekitar kawasan gunung api. Seperti yang kita ketahui bersama, Sabang merupakan salah satu kepulauan yang memiliki bukti dari keberadaan gunung berapi bawah laut. Hal ini  terungkap dengan adanya bentukan morfologi vulkanik kerucut, seperti yang diamati di satelit citra dan peta batimetri.

            Aktivitas gunung berapi bawah laut ini telah disurvei oleh MGI pada pertengahan tahun 2012. Kegiatan ini terpantau di perairan lepas pantai dengan kedalaman laut kurang dari 50 m. Aktivitas gunung api bawah laut berlangsung di dasar laut dan meluas hingga ke beberapa daerah pesisir. Aktivitas tersebut juga menyebabkan pembentukan mineral hidrotermal, suhu anomali dan salinitas. Tampaknya akibat pergerakan sesar normal mengontrol fumarol. Kawasan perairan Sabang sendiri terkenal dengan perairan laut yang baik  ditandai dengan  adanya  berbagai varietas terumbu karang serta gunung berapi bawah laut. Hal inilah yang menjadi keunikan tersendiri sehingga menjadi spot menyelam yang menarik bagi para pecinta olahraga diving dari dalam negeri maupun mancanegara.

            Aktivitas fumarol di area investigasi ada karena dikendalikan oleh struktur geologi, terutama sesar normal. Sesar semacam itu memiliki orientasi yang berbeda dengan sesar utama, karena berorientasi pada bagian daerah utara – selatan Sabang. Hal ini  telah dikemukakan berdasarkan  pengaturan analisis  tektonik tensional;  sementara sesar utama - terletak di timur Pulau Weh, yaitu bagian dari Sesar Pulau Sumatera Besar yang mengarah ke barat laut - tenggara.

            

            Wilayah Fumarol bawah laut yang terdapat di Kawasan Sabang ini telah lama dibuka bagi kamu pecinta olahraga diving, tepatnya di daerah Pria laot. Namun sayang masih belum banyak yang mengetahui tentang hal ini. Dengan adanya fumarol di bawah laut ini, satu dari banyaknya potensi dan keunikan geologi di Aceh. sSehingga dapat dijaga serta lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah agar dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya di masa yang akan datang.

 

Sumber: Bulletin of the Marine Geology, Vol. 30, No. 2, December 2015, pp. 85 to 96

           

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


RUBRIK GEOSCIENCE

  SALAR DE UYUMI             Apa sih salar de uyumi? Salar de Uyuni adalah dataran garam terbesar di dunia yang terletak di barat daya Bol...